Saturday, April 22, 2006
AirAsia oh AirAsia...
"Bukan AirAsia, Kalau tidak Delay" (Diana Prasetya, 21 April 2006)
Kata-kata ini bukan hanya sekali ini saya dengar, tapi beberapa kali. Bukan hanya oleh seorang Diana Prasetya, tetangga satu apartemen, tapi juga oleh beberapa orang yang lain. Maklum, kata mereka, mau murah jangan harap pelayanan yang bagus (hehehe.. begitukah?)
Kata-kata ini bukan hanya sekali ini saya dengar, tapi beberapa kali. Bukan hanya oleh seorang Diana Prasetya, tetangga satu apartemen, tapi juga oleh beberapa orang yang lain. Maklum, kata mereka, mau murah jangan harap pelayanan yang bagus (hehehe.. begitukah?)Kali ini pesawat kami dari Phuket ke Bangkok di-delay untuk kedua kalinya setelah sempat diundur hampir 1,5 jam. Kejadian ini mengingatkan berbagai kejadian yang tidak mengenakkan ketika menggunakan maskapai penerbangan ini. Bukan hanya dialami oleh teman, tetapi juga istri dan saya sendiri. Bahkan istri saya sempat terlantar sendirian di bandara Kuala Lumpur semalaman karena pesawat dari Jakarta ke Kuala Lumpur di-delay hampir 3 jam. Sedangkan pesawat terakhir dari Kuala Lumpur ke Bangkok sudah berangkat. Hehehe sungguh ironis.. Mau murah akhirnya marah..
Dari beberapa kali pengalaman saya, istri, dan teman-teman ketika menggunakan AirAsia, maka didapat suatu kesimpulan untuk tidak menggunakan AirAsia jika:
- Penting dan Terburu-buru.
AirAsia tidak bisa menjamin keberangkatan tepat waktu. Lebih baik Anda memilih maskapai penerbangan lain yang memang harganya lebih mahal, namun mempunyai persentase cukup besar untuk berangkat tepat waktu. - Terdapat penerbangan lanjutan dengan pesawat lain.
Karena kemungkinan delay cukup besar, maka cukup besar persentase gambling untuk melanjutkan perjalanan dengan pesawat lain. Bahkan memberi jarak 3 jam atau 6 jam sekalipun tidak dapat menjamin Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan pesawat berikutnya. - Mempunyai budget cukup
Hal ini pasti! Kalau mempunyai budget cukup, lebih baik memilih maskapai penerbangan dengan pelayanan yang lebih baik dan jadwal penerbangan yang lebih pasti. Karena selisih harga tiket pesawat merupakan harga yang seimbang untuk mengurangi psychic cost atau kekhawatiran akibat ketidakpastian dan ketakutan-ketakutan yang lain. - Punya darah tinggiJika Anda punya darah tinggi, sebaiknya hati-hati memilih maskapai penerbangan ini. Kemarahan Anda akibat pelayanan mereka akan membuat tekanan darah akan meningkat. Biaya pengobatan dapat lebih mahal daripada biaya tiket itu sendiri.
- Gampang tidurBanyak barang yang harus dijaga selama menunggu waktu delay atau tertinggal pesawat kedua. Jika Anda termasuk orang yang gampang tidur, tentunya hal ini sangat riskan bagi keamanan barang yang Anda bawa, terutama jika Anda sendirian.
Karena dengan menggunakan AirAsia terus menerus, dapat mengakibatkan efek negatif bagi orang tersebut:
- Tidak Menghargai WaktuKarena seringnya delay, penumpang AirAsia tidak dapat memastikan kapan mereka akan sampai ke tujuan. Semua janjian akan dibuat dinamis dan tidak terpaku pada jam. Waktu kedatangan tidak lagi dapat dijadikan pegangan bagi mereka. Demikian pula dengan waktu pertemuan dengan mereka. Jika Anda mempunyai janjian dengan mereka, lebih aman jika janjian ketemu dibuat setelah 1 hari kedatangannya.
- Tidak Dapat Tidur NyenyakWaktu istirahat yang mestinya dilakukan setelah kedatangan di tempat tujuan, terpaksa dipergunakan untuk menunggu waktu delay selama di airport. Bahkan jika delay terlalu lama, tidur menjadi tak nyenyak karena terpikir dengan rencana-rencana sesampainya di tempat tujuan atau karena terpaksa tidur di dalam airport.
- Menjadi BorosKarena delay, kebutuhan lain selama menunggu akan muncul. Baik biaya makan ataupun biaya hotel yang terpaksa diambil karena delay terlalu lama atau satu tiket pesawat Go Show yang harus dibeli karena ketinggalan pesawat berikutnya di airport kedua (hehehe.. seperti istri saya...)
- Menjadi PemarahKetidakpastian, ketidaknyamanan dan ketidakamanan dapat membuat seseorang menjadi gelisah bahkan marah-marah. Petugas-petugas penerbangan yang seringkali menjawab dengan tidak memuaskan, semakin meningkatkan temperatur emosi dalam tubuh seseorang. Apabila terjadi terus-menerus, penumpang akan menjadi seorang yang pemarah.
Namun sebetulnya AirAsia punya efek positif yang tidak boleh dilupakan. Karena sering delay, seseorang dapat menjadi:
- StrategicWaktu delay di airport dapat digunakan untuk memikirkan strategi-strategi ketika sampai ke tempat tujuan. Dengan banyaknya waktu memikirkan strategi, seseorang dapat menjadi seorang pemikir yang handal.
- Belajar menjadi petualangBerkeliaran di satu airport ke airport yang lain karena delay ataupun tertinggal penerbangan berikutnya, bukanlah hal yang asing. Seseorang akan belajar menjadi petualang dan dapat bertahan hidup (survival) meskipun tidak mengenal lingkungan sekitar.
- Hapal dengan Seluk Beluk AirportWaktu menunggu akan digunakan untuk melihat-lihat sekeliling airport, terutama lokasi kamar kecil dan loker penyimpanan. Karena seringnya, seseorang akan hapal dengan seluk beluk airport.
- Hapal dengan Jadwal PenerbanganMengamati penumpang penerbangan lain yang masuk dan keluar airport dapat membuat seseorang makin hapal dengan jadwal penerbangan di suatu airport. Bahkan termasuk waktu sibuk dan waktu non-sibuk suatu airport.
